Menghadapi Ujian Nasional Tanpa Bimbel

YOGYA – Ujian Nasional yang dilaksanakan mulai tanggal 22-24 April 2008 kemarin tentunya membuat tegang siswa SMA di seluruh Indonesia. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh Laurentia Liliani Herfangsyah (18), siswi kelas XII jurusan Bahasa ini merasa tegang ketika menghadapi Unas kemarin. “ Perasaan saya tegang sekali menunggu pengumumannya, apalagi masih ada Ujian Praktek plus Ujian Sekolah lagi“, tutur gadis yang bersekolah di SMA Stella Duce 1, Yogyakarta ini.

Ditemui di tempat kosnya di Jalan Cendana, Gejayan (27/04), menjelaskan bahwa standar kelulusan tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun lalu yaitu rata-rata harus minimal 5,25 dan setiap mata pelajaran bobotnya 4,25. Sedangkan untuk mata pelajaran yang diujikan, pemerintah menambah tiga mata pelajaran lagi sesuai dengan jurusan yang diambil. Untuk jurusan Bahasa sendiri, tiga mata pelajaran yang diujikan antara lain adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropogi, dan Bahasa Jepang.

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan olehnya, hanya belajar seperti biasa, dan tidak terlalu ngoyo. Hal ini dia lakukan karena menurutnya sudah banyak upaya yang diberikan sekolah untuk membantu meningkatkan kualitas diri siswanya, misalnya dengan memberikan try out sampai empat kali. Mengenai jalannya ujian, Lia (begitu dia biasa dipanggil) menilai bahwa tidak ada perubahan yang berarti, peraturan untuk mengikuti jalannya ujian dirasa tidak jauh berbeda dengan peraturan tahun lalu. Sedangkan untuk soal ujian yang diujikan menurutnya ada yang lebih mudah dari prediksinya namun ada pula yang lebih sulit.

Menanggapi tentang kasus kebocoran soal yang banyak terjadi di sekolah di Indonesia, Lia turut berkomentar, “ Waahhh…kalau di sekolah saya tidak ada tuh yang namanya membocorkan soal, apalagi jual beli soal-jawaban, tapi lain lagi kalau yang saya lihat di TV, sepertinya banyak yang bocor di sekolah lain”. Lia juga sangat yakin 100% akan lulus dari Unas tahun ini, karena dia sudah bersaha semaksimal mungkin, dan dari pihak sekolah sendiri sudah memberikan try out yang bermutu. Tapi, bagaimanapun juga dia tetap menyerahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa malas merupakan hambatan terbesar setiap orang, tidak terkecuali Lia, dalam menghadapi Unas kemarin hambatan terbesarnya adalah rasa malas, namun untungnya dia bisa menyiasati kemalasannya itu. Universitas Atma Jaya jurusan Komunikasi sudah menjadi tempat yang nantinya akan dia singgahi untuk kembali belajar. Dengan kemampuan berbahasa yang dimilikinya, gadis bermata sipit ini sudah tidak perlu pusing lagi mencari perguruan tinggi, karena namanya kini sudah terdaftar menjadi calon mahasiswa baru untuk angkatan mendatang.

~ oleh herlindamipur pada 2 AMpTue, 29 Apr 2008 02:18:04 +000018Selasa 2008.

Satu Tanggapan to “Menghadapi Ujian Nasional Tanpa Bimbel”

  1. Software Koreksi dan Analisa LJK adalah sebuah program aplikasi komputer yang telah terbukti handal dan akurat, sehingga banyak instansi ( sekolah dan lembaga pendidikan ) di beberapa daerah telah mempergunakan software ini sebagai salah satu sarana pendukung untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas sekolah dalam meningkatkan kualitasnya di bidang akademik.

    Nama : Hanung AY
    Telepon: 085229166665
    Alamat: Jl Ahmad Yani 372F Pabelan Surakarta
    Kota: Solo
    Harga: Nego
    Weblog : http://smartforall.tk

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.