Seragam Raya
Adalah Raya, seorang gadis SMA yang kini sedang berdebar-denar menunggu pengumuman kenaikan kelas. Siang itu, masih memakai seragam putih abu-abu, dia berjalan cepat. Matahari enggan bersinar, bias-bias cahayanya tertutup oleh awan mendung. Kini gerimis itu jatuh, Raya kebingungan mencari tempat berteduh. Di bawah halte dia ikut berdesakan dengan orang-orang yang juga berteduh di sana.
“Payung mbak ?? Payung bu ?? Pak ?? ” tawar seorang gadis.
“Payung mbak ?? ” gadis itu berhenti di depan Raya.
” Berapa kalau sampai Perumahan Pondok Gede ? ” tanya Raya.
” 10.000 mbak…”
” Hah.. Mahal amat ??? 3000 aja ya… kan anak sekolah…”
” Saya juga anak sekolah mbak… nggak bisa…”
Raya tertegun, kemudian memutuskan untuk menyewa jasa tukang payung itu. Dua gadis itu pun berjalan beriringan di bawah sebuah payung yang cukup besar. Sepanjang jalan, Raya merasa tak nyaman karena seragamnya basah dan kotor.
“Humf… baju gue basah deeehhh…” keluhnya.
” Mbak sekolah di SMA Negeri 1 ya?? ” tanya gadis di sebelahnya.]
” Kok lo tau ?”
” Saya sering liat mbak dianter-jemput sama supir mbak “
” Oh… Ohiya, lo sekolah di mana? Kayanya kita seumuran gitu..”
” Saya juga sekolah di SMA Negeri 1 kok. Saya adik kelas mbak. Nama mbak Raya kan ?”
” Lo adik kelas gue?? Serius lo ? Kok gue nggak pernah liat lo ?? Lo kelas berapa ? “
” Saya kelas 2…”
” Kelas 2 ?? Lhoh kok malah jualan payung ?? Bukannya kelas 2 lagi pada Mid ya ?? Kenapa nggak sekolah ??? “
Gadis itu hanya terdiam, tangannya masih setia memegang gagang payung, takut baju Raya kembali basah. Diam itu begitu lama, membuat Raya semakin tak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba datang memasuki pikirannya.
” Nama lo siapa ? ” tanya Raya kemudian.
” Nana mbak…”
” Makasih ya… nih uangnya…”
” Kelebihan mbak…”
” Udah ambil aja…”
” Mbak… maaf kalau saya lancang… Nggg, tapi apa mbak punya baju seragam lebih ??? “
Deg. Astaga…jangan-jangan gadis di depanku ini nggak sekolah karena nggak punya seragam… kata Raya dalam hati.
” Emang seragam lo kenapa ? Gue punya kok, lagian bentar lagi gue lulus…”
” Seragam saya…robek…Saya malu pakai seragam robek…” kata gadis itu lirih.
” Ya ampun, jadi karena itu lo nggak sekolah??? Lo kan bisa pakai baju bebas, ijin ke guru piket… Jangan gara-gara seragam lo robek, sekolah lo terbengkalai… Padahal kelas 1 ma 2 kan Mid Semester. Ya udah, ayo masuk, gue kasih seragam gue !!” ajak Raya.
Senyum itu kembali mengembang dan kata itu pun keluar, membuat Raya termangu haru.
” Nana doakan, semoga mbak Raya lulus…terima kasih “
” Amin…” jawab Raya melepas kepergian gadis itu.
***

Critanya Menarik, Trus kelanjutannya Gimana? Nana Sekolah Lagi Kan? Ketemu Tidak Di Sekolah? Pastinya Jadi Kawan Baik Ya.. Walau Raya dan Nana Beda Jauh dalam Hal Perekonomian, Tetapi Persahabatan Tidak Memandang Itu semua..
Cos.. Ceritanya Bagus Banget.. Semoga Ada Kelanjutannya.. Di Tunggu Ya?