<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Herlinda's punya blog niee,,..</title>
	<atom:link href="http://herlindamipur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herlindamipur.wordpress.com</link>
	<description>semua tentang pikiranku,,..yang kualami dan ku rasakan..,,,</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Dec 2008 10:43:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herlindamipur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Herlinda's punya blog niee,,..</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herlindamipur.wordpress.com/osd.xml" title="Herlinda&#039;s punya blog niee,,.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://herlindamipur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>silabus ma rpp iang bikin pusing&#8230;tP sebenarna mudah</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/12/16/silabus-ma-rpp-iang-bikin-pusingtp-sebenarna-mudah/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/12/16/silabus-ma-rpp-iang-bikin-pusingtp-sebenarna-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 10:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[kata sebagian orang, menjadi pendidik alias guru itu tidak menyenangkan. memang, saia sebagai calon guru yang berusaha sebaik mungkin menjadi guru saja kesulitan. katanya, guru itu banyak menuntut kesejahteraan. memang, saia akui walau belum menjadi guru tapi rasanya bagi yang tidak mampu pasti akan jenuh jika menjalani profesi sebagai guru. dua tahun sudah, saia sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=64&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kata sebagian orang, menjadi pendidik alias guru</p>
<p>itu tidak menyenangkan. memang, saia sebagai calon guru yang berusaha sebaik mungkin menjadi guru saja kesulitan.</p>
<p>katanya, guru itu banyak menuntut kesejahteraan. memang, saia akui walau belum menjadi guru tapi rasanya bagi yang tidak mampu pasti akan jenuh jika menjalani profesi sebagai guru.</p>
<p>dua tahun sudah, saia sebagai mahasiswa program studi pendidikan bahasa, sastra indonesia dan daerah. dan menjadi mahasiswa yang notaben&#8217;nya akan menjadi pendidik sangadlah susah. karena, d umur saia yang masih 20, saia belum bisa mengendalikan diri saia yang masinh terlampau kekanak-kanakan.</p>
<p>saia berusaha paham posisi saia sebagai mahasiswa yang tidak hanya diam, nongkrong di kelas mendengarkan dosen cuap-cuap. saia berusaha memverifikasi kembali apa yang sudah d ajarkan.</p>
<p>sumpah mati sulitnya bukan main! apalagi mata kuliah yang kebanyakan d pandang sebelah mata. ya, bahasa indonesia, yang kini mungkin  berada di list kesekian dari bahasa-bahasa yang dipakai orang&#8230;</p>
<p>menginjak semester &#8216;tua&#8217;, saia menjadi bimbang,, mau jadi apa saia nanti??? title memang sarjana pendidikan, tapi konsentrasi yang saia ambil juga sangad sulit jika dilepas. saia mengambil l konsentrasi jurnalistik. Saia suka menulis, tepatnya menulis ceriya pendek dan sejenisnya. saia suka bertanya, mengetahui biografi orang, atau mendengar perspektif mereka tentang &#8216;sesuatu&#8217; membuat saia &#8220;bersyukur&#8221;, karna saia masih diberi kesempatan bertemu orang itu.</p>
<p>menjadi guru, seperti yang saya sebut di atas memang tidak main-main susahnya. jangan anggap enteng pekerjaan guru. semester lalu, saia sempat shoper [mengambil makul semester atas], yaitu pengembangan bahan dan media pembelajaran. pensek cerita, saia dan teman2 saia membuat buku paket&#8230;dan itu tidaklah gampang&#8230;</p>
<p>untuk itu, sebagai calon guru yang mudah-mudahan baik, saia ingin berbagi kelelahan saia, karena UAS kemarin saia d minta membuat sialbus, rpp, prota dan prosemnya. hanya sebagai gambaran bagi Anda yang ingin mengetahui secuil pekerjaan guru sebelum dia berdiri dengan tenang memberi pelajaran kepada  murid-muridnya.silabusprota-prosem</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=64&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/12/16/silabus-ma-rpp-iang-bikin-pusingtp-sebenarna-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sMs sanTeT</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/13/sms-santet/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/13/sms-santet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[kabar kabur]]></category>
		<category><![CDATA[sms santet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[JOgja dikabarkan resah, pasalnya akhir-akhir ini banyak isu tentang sms santet, yang katanya udah merenggut nyawa orang. Saya pertama kali denar kabar itu ketika mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Pasturan Kidul Loji, Yogyakarta Minggu (11/5) kemarin. Salah seorang pembicara menuturkan bahwa berita yang sedang &#8220;hot&#8221; dibicarakan adalah soal sms santet tersebut. Saya yang jarang menonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=61&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JOgja dikabarkan resah, pasalnya akhir-akhir ini banyak isu tentang sms santet, yang katanya udah merenggut nyawa orang. Saya pertama kali denar kabar itu ketika mengikuti pelatihan jurnalistik di Aula Pasturan Kidul Loji, Yogyakarta Minggu (11/5) kemarin. Salah seorang pembicara menuturkan bahwa berita yang sedang &#8220;hot&#8221; dibicarakan adalah soal sms santet tersebut.</p>
<p>Saya yang jarang menonton berita di TV apalagi membaca koran sempat bertanya-tanya dengan teman sebelah saya yang membenarkan berita tersebut. Keesokan harinya, saat perkuliahan berlangsung, pikiran saya terbagi. Salah satu teman saya menunjukkan pesan singkat yang memperingatkannya untuk mematikan handphone setelah jam 10 malam, karena kemungkinan di atas jam 10 kita bisa menerima sms santet tersebut.</p>
<p>Pantas saja, setiap saya sms atau menghubungi teman-teman saya tidak pernah aktif, alias mati. Mereka takut mendapat sms santet itu. Alhasil saya mencoba mencari tahu, ada apa sih sebenarnya.</p>
<p>Informasi yang saya dapat minim sekali, saya menulis ini saja belum mendapatkan bukti yang kuat (biasanya saya menambahkan referensi dari teman-teman yang juga menulis hal sama), tapi saya mencoba untuk memberi sedikit informasi.</p>
<p>Kata teman saya, sms santet itu nggak cuma lewat sms aja, tapi juga lewat missed call dan telpon. Barang siapa yang mendapat sms, missed call, atau telepon itu, katanya bakal mati. Nah, tanda-tandanya adalah hp anda akan segera berwarna merah jika dihubungi nomor tersebut. Nah kata teman saya, kalau anda dihubungi nomor itu seeralah keluar jangan di ruang tertutup (perihal dengan sinal atau apa saya nggak tahu). Kalau udah takut dulu, mending nggak usah di angkat. Hehehehe..</p>
<p>Tapi saya nggak percaya, saya berpikir kalau itu manipulasi, saya sempat memberitahu keluarga saya, dan mereka berpesan bahwa saya harus percaya hanya Yang Di Atas, lain itu tidak. Lantas, saya kemudian tetap menerima berita itu sebaai informasi semata. Walaupun tidak munafik saya tetap mencari berita itu.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan film OnE mIsSed calL..sebuah film garapan Jepang yang juga diadaptasi kembali oleh AmerIka. Film itu hampir sama dengan berita ini, yang menggunakan handphone untuk menghilangkan nyawa orang. Kemudian saya jadi berpikir, kok bisa??? pikiran orang macam-macam saja&#8230;</p>
<p>Saya jadi bingung&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=61&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/13/sms-santet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seragam Raya</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/05/seragam-raya/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/05/seragam-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 09:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Raya, seorang gadis SMA yang kini sedang berdebar-denar menunggu pengumuman kenaikan kelas. Siang itu, masih memakai seragam putih abu-abu, dia berjalan cepat. Matahari enggan bersinar, bias-bias cahayanya tertutup oleh awan mendung. Kini gerimis itu jatuh, Raya kebingungan mencari tempat berteduh. Di bawah halte dia ikut berdesakan dengan orang-orang yang juga berteduh di sana. &#8220;Payung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=60&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p>Adalah Raya, seorang gadis SMA yang kini sedang berdebar-denar menunggu pengumuman kenaikan kelas. Siang itu, masih memakai seragam putih abu-abu, dia berjalan cepat. Matahari enggan bersinar, bias-bias cahayanya tertutup oleh awan mendung. Kini gerimis itu jatuh, Raya kebingungan mencari tempat berteduh. Di bawah halte dia ikut berdesakan dengan orang-orang yang juga berteduh di sana.</p>
<p>&#8220;Payung mbak ?? Payung bu ?? Pak ?? &#8221; tawar seorang gadis.</p>
<p>&#8220;Payung mbak ?? &#8221; gadis itu berhenti di depan Raya.</p>
<p>&#8221; Berapa kalau sampai Perumahan Pondok Gede ? &#8221; tanya Raya.</p>
<p>&#8221; 10.000 mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Hah.. Mahal amat ??? 3000 aja ya&#8230; kan anak sekolah&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Saya juga anak sekolah mbak&#8230; nggak bisa&#8230;&#8221;</p>
<p>Raya tertegun, kemudian memutuskan untuk menyewa jasa tukang payung itu. Dua gadis itu pun berjalan beriringan di bawah sebuah payung yang cukup besar. Sepanjang jalan, Raya merasa tak nyaman karena seragamnya basah dan kotor.</p>
<p>&#8220;Humf&#8230; baju gue basah deeehhh&#8230;&#8221; keluhnya.</p>
<p>&#8221; Mbak sekolah di SMA Negeri 1 ya?? &#8221; tanya gadis di sebelahnya.]</p>
<p>&#8221; Kok lo tau ?&#8221;</p>
<p>&#8221; Saya sering liat mbak dianter-jemput sama supir mbak &#8220;</p>
<p>&#8221; Oh&#8230; Ohiya, lo sekolah di mana? Kayanya kita seumuran gitu..&#8221;</p>
<p>&#8221; Saya juga sekolah di SMA Negeri 1 kok. Saya adik kelas mbak. Nama mbak Raya kan ?&#8221;</p>
<p>&#8221; Lo adik kelas gue?? Serius lo ? Kok gue nggak pernah liat lo ?? Lo kelas berapa ? &#8220;</p>
<p>&#8221; Saya kelas 2&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Kelas 2 ?? Lhoh kok malah jualan payung ?? Bukannya kelas 2 lagi pada Mid ya ?? Kenapa nggak sekolah ??? &#8220;</p>
<p>Gadis itu hanya terdiam, tangannya masih setia memegang gagang payung, takut baju Raya kembali basah. Diam itu begitu lama, membuat Raya semakin tak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba datang memasuki pikirannya.</p>
<p>&#8221; Nama lo siapa ? &#8221; tanya Raya kemudian.</p>
<p>&#8221; Nana mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Makasih ya&#8230; nih uangnya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Kelebihan mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Udah ambil aja&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Mbak&#8230; maaf kalau saya lancang&#8230; Nggg, tapi apa mbak punya baju seragam lebih ??? &#8220;</p>
<p>Deg. <em>Astaga&#8230;jangan-jangan gadis di depanku ini nggak sekolah karena nggak punya seragam&#8230; </em>kata Raya dalam hati.</p>
<p>&#8221; Emang seragam lo kenapa ? Gue punya kok, lagian bentar lagi gue lulus&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Seragam saya&#8230;robek&#8230;Saya malu pakai seragam robek&#8230;&#8221; kata gadis itu lirih.</p>
<p>&#8221; Ya ampun, jadi karena itu lo nggak sekolah??? Lo kan bisa pakai baju bebas, ijin ke guru piket&#8230; Jangan gara-gara seragam lo robek, sekolah lo terbengkalai&#8230; Padahal kelas 1 ma 2 kan Mid Semester. Ya udah, ayo masuk, gue kasih seragam gue !!&#8221; ajak Raya.</p>
<p>Senyum itu kembali mengembang dan kata itu pun keluar, membuat Raya termangu haru.</p>
<p>&#8221; Nana doakan, semoga mbak Raya lulus&#8230;terima kasih &#8220;</p>
<p>&#8221; Amin&#8230;&#8221; jawab Raya melepas kepergian gadis itu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=60&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/05/seragam-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gadis di pojokan&#8230;</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/gadis-di-pojokan/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/gadis-di-pojokan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 05:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Gadis di pojokan itu tampak lelah, berkali-kali mengeluh, berkali-kali menghela nafas. Hari itu, sahabatnya bercerita tentang mantannya, tentang perasaannya yang masih terpendam, tetapi masih sakit jika diingat. Sahabatnya datang dengan membawa seribu cerita tentang percintaannya, perasaannya, dan tentang hidupnya. Gadis di pojokan itu hanya manggut-manggut tapi serius menanggapi sahabatnya bercerita. Penuh simpati dia berusaha memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=59&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Gadis di pojokan itu tampak lelah, berkali-kali mengeluh, berkali-kali menghela nafas. Hari itu, sahabatnya bercerita tentang mantannya, tentang perasaannya yang masih terpendam, tetapi masih sakit jika diingat. Sahabatnya datang dengan membawa seribu cerita tentang percintaannya, perasaannya, dan tentang hidupnya. Gadis di pojokan itu hanya manggut-manggut tapi serius menanggapi sahabatnya bercerita. Penuh simpati dia berusaha memberi semangat sahabatnya. Walaupun sulit, gadis di pojokan itu yakin sedikit kata-katanya pasti di dengar. Sahabatnya berlalu pergi, membawa bekal nasehat yang sudah diberikan gadis di pojokan itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak termenung, di depan pintu kamar kos sahabatnya yang lain dia duduk sambil terus mendengar sahabatnya bertutur. Ada perasaan yang sama yang dia rasakan dengan sahabatnya itu, sebuah penantian, menanti seseorang yang bisa dengan tulus disayangi. Sahabatnya bercerita sambil menangis, begitu rindunya dia dengan mantannya (lagi-lagi mantannya). Gadis di pojokan itu juga ikut menangis, bukan mengingat mantannya juga, melainkan mengingat semua hal yang membuatnya bertambah masalah. Gadis di pojokan itu hanya berucap “Suatu saat nanti, dia juga akan datang dengan sendirinya&#8230;”. Sahabatnya hanya mengiyakan kemudian tertidur karena lelah menangis.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak senang karena melihat pria yang diincarnya di gereja. Dia bersama sahabatnya yang lain sangat kompak dalam hal menilai pria. Sampai-sampai mereka pernah menyukai 4pria yang sama. Sahabatnya begitu jatuh cinta dengan dua orang pria yang sampai saat ini tidak menyadari bahwa ada seorang gadis yang mengagumi mereka. Gadis di pojokan itu kemudian cepat-cepat berdoa, agar sahabatnya bisa menemukan pria yang cocok untuknya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak gelisah mendapat pesan singkat dari kakaknya. Menanyakan kabarnya, berat badannya, dan tidak lupa soal pria. Kakaknya yang jauh darinya begitu semangat bercerita ketika pekerjaan baru sudah ada di tangan, apalagi kekasihnya selalu ada di dekatnya untuk memberi semangat. Gadis di pojokan itu tersenyum sembari membalas pesan singkat kakaknya, bahwa dia baik-baik saja, walaupun jauh darinya dan orang tua, dia yakin bisa menjaga diri. Dia tak peduli lagi dengan ledekan kakaknya soal pria-pria di seberang sana yang dengan tega mempermainkannya. Kakaknya yakin gadis di pojokan itu pasti bisa mengatasi persoalannya sendiri. Gadis di pojokan itu tidak lupa memberi salam sayang untuk calon kakak iparnya yang selalu memberi semangat untuknya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Gadis di pojokan itu tampak murung, setelah pesan singkat dia terima dari orang tuanya. Gadis di pojokan itu begitu merindukan orang tuanya, tempat kelahirannya dan teman-temannya di sana. Orang tuanya bertutur kalau sebaiknya gadis di pojokan itu kembali pulang setelah urusannya selesai di kota seberang. Walaupun sebentar lagi, tapi rasa rindu itu masih tetap terasa. Setengah tahun sudah dia tak bertemu dengan orang tuanya, rasa rindunya hanya bisa dia tumpahkan lewat suara atau pesan singkat. Gadis di pojokan itu tampak sumringah ketika pulsa ponselnya telah terisi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak payah ketika </span><span>bunyi ponselnya berhasil membangunkan tidurnya. Sahabat kakaknya memberi pesan singkat setiap malam hanya untuk mengucapkan selamat tidur. Gadis di pojokan tersenyum simpul menerima pesan itu. Baginya, sahabat kakaknya itu sudah seperti kakak laki-lakinya sendiri. Sedari kecil selalu bermain bersama, sampai sekarang masih berhubungan baik, dan itu membuatnya merasa dilindungi. Walaupun jarang bertemu, sahabat kakaknya bisa menggantikan posisi kakaknya untuk sementara waktu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Gadis di pojokan itu begitu sebal, ketika pria yang akan ditemuinya telah pergi, padahal gadis itu telah susah payah datang untuk menemuinya. Pria itu begitu saja pergi padahal janji itu sudah terucap. Gadis di pojokan itu masih tampak sebal, ketika nafsu makan malamnya tiba-tiba hilang. Air mata itu tidak sengaja keluar ketika dia mulai merasa diremehkan. Padahal saat itu ada pria lain juga yang membuatnya sebal, karena tidak bisa hadir dalam acara meliput berita. Gadis di pojokan itu semakin frustasi dan memutuskan untuk kembali pulang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak seksama mendengar sahabatnya yang lain bercerita tentang kekasihnya yang mulai berselingkuh. Tetesan airmata sahabatnya yang tak berhenti membuatnya heran sekaligus simpati. Untuk apa sahabatnya menangisi pria yang sudah menyakiti perasaannya ? Tapi, gadis di pojokan itu tetap berusaha mengerti posisi sahabatnya, gadis di pojokan itu berusaha memberi semangat sahabatnya walaupun keadaannya sedang payah. Sahabatnya hanya bisa tersenyum sembari berkata “Aku baik-baik saja&#8230;”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Gadis di pojokan itu tampak bingung kini, itu hanya sebagian kecil hari-hari yang dia lewati. Tampak rumit, tampak membutuhkan emosi lebih, untuk menghibur, untuk memberi semangat, untuk terbuka, untuk meyakinkan, untuk menahan emosi, untuk menerima kekacauan, untuk mendoakan, untuk merindukan, dan untuk memahami. Jiwa, hati dan pikiran itu bergulat untuk sedikit meluangkan waktu. Tanpa sadar, balasan itu bermacam-macam, senyuman, makian, teguran dan penyesalan datang untuk gadis itu. Semakin bingung, karena saat ini dia yang sedang berkeluh kesah, kepada siapa dia akan bercerita ????</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=59&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/gadis-di-pojokan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pengertian tak sebatas itu&#8230;</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/pengertian-tak-sebatas-itu/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/pengertian-tak-sebatas-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 05:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Sisi Israchel&#8230;. Israchel kembali terdiam, melihat raut wajahnya di cermin besar itu. Kemudian terduduk, bibirnya bergetar, ada kata yang tak bisa dia ucapkan. Kelu. Kini, airmatanya tumpah sudah, butir-butir itu terjun bebas di pipinya yang mulus. “Perih&#8230;.” serunya. Lama ia merasakan sakit dipipinya itu. Satu jam yang lalu, seorang pria berlesung pipit datang dengan penuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=58&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>Sisi Israchel&#8230;.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>Israchel kembali terdiam, melihat raut wajahnya di cermin besar itu. Kemudian terduduk, bibirnya bergetar, ada kata yang tak bisa dia ucapkan. Kelu. Kini, airmatanya tumpah sudah, butir-butir itu terjun bebas di pipinya yang mulus. </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“<em>Perih&#8230;.” serunya.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><em>Lama ia merasakan sakit dipipinya itu. Satu jam yang lalu, seorang pria berlesung pipit datang dengan penuh amarah. Baru kali itu Rachel melihat mata semurka itu. Masih terbayang ketika pria itu datang sambil memaki dirinya, mengatainya, mencibirnya, dan menamparnya. Ya, menampar gadis itu, yang kini terbaring lemah di tempat tidurnya, sambil terus menangis tentunya. Adalah Afgan pria berlesung pipit yang sudah setahun menjadi kekasihnya. Tapi entah apa yang sudah membuatnya menjadi kalap seperti itu. Rachel masih takut, dia tidak berani melawan, hanya kebingungan yang kini dia rasakan. Apa gerangan yang bisa membuat kekasihnya murka ? Apa salahnya ? Mengapa dia tidak bertanya dulu ? Pertanyaan demi pertanyaan singgah di benak Rachel, semakin pusing, semakin tak karuan, semakin sakit dia rasakan, dan semakin lelah. Lelah. Tertidur.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center"><em>***</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>Sisi Afgan&#8230;.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ <em>Aaaarrrrrgggghhhhh,&#8230;..dasar bodoooooohhhhhh !!!! Pengkhiaaannnnaaaatttt !!!!”</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>Di sudut kamar itu, tampak pria berlesung pipit tak karuan. Wajahnya, tubuhnya, bajunya, semua tak karuan. Keringat dingin bercampur air mata dan kemarahan. Berkali-kali dia memaki dirinya dan Israchel. Dia menyebut nama itu, kekasihnya. </em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“ <span><em>Dasar perempuan jalang !!! Bisa-bisanya dia bermain di belakangku !!! “</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><em>Satu jam yang lalu, dia berada di sebuah kontrakan, tempat kekasihnya tinggal. Dia datang sambil membawa amarah yang tak terbendung. Kalap, melihat kekasihnya tersenyum manis menyambut kedatangannya, pria itu malah memberi tamparan yang keras, sambil memaki, mencibir dan mengatainya. Setelah itu, dia pergi, meninggalkan kekasihnya tanpa memberi kesempatan berdalih sedikitpun. </em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“<em>Memang salahku mengenalkannya dengan Ramon&#8230;.” katanya lirih.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>Untuk kesekian kalinya dia menghisap rokok yang mulai memendek. Matanya masih merah, keringatnya masih mengucur, dan hatinya masih hancur. Karena perkenalan itu. Baginya, perkenalan itu membawa bencana, tak seharusnya Israchel bertemu dengan Ramon, sahabatnya. Seharusnya, Israchel tidak usah datang ke acara wisuda Ramon. Tidak seharusnya. Kini, apa yang Rachel pikirkan tentangnya ? Mengapa Rachel tidak mencegahnya ? Mengapa Rachel diam saja diperlakukan seperti itu ?  Mengapa Rachel membuat kekasihnya murka ???</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center"><em>Pengertian&#8230;bukan sebatas mengerti seseorang&#8230; mengerti apa yang dia inginkan, mengerti apa yang tidak dia inginkan&#8230;.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><em>Pengertian&#8230;justru apa yang engkau lakukan untuknya, apa yang engkau berikan untuk membantunya terlepas dari kesendirian&#8230;.</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Pertemuan itu tidak akan terjadi jika yang namanya “kebetulan” tidak ada. “Kebetulan” hadir ketika pria berlesung pipit itu tidak sengaja bertemu seorang gadis yang ternyata satu kota dengannya. Namanya yang unik membuat pria berlesung pipit itu terpesona saat pertama kali berkenalan dengannya. Israchel namanya. Dia tidak mau tahu dengan nama panjangnya. Yang penting kini dia nyaman bisa mengenalnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Begitu juga dengan Israchel, gadis yang terobsesi menjadi penulis ini tidak menyangka “kebetulan” akan hadir ketika dia membutuhkan seseorang untuk bisa menambah warna dalam hidupnya. Sesorang itu adalah Afgan, pria yang memiliki lesung pipit yang “kebetulan” satu kota lahir dengannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Dalam masa penyesuaian itu, mereka sama-sama saling menjaga perasaan. Hampir sama dengan yang dilakukan kalian, selalu ingin tampak sempurna di depan seseorang yang dikagumi. Lama, entah kata itu muncul hingga kapan, yang jelas lama telah berganti menjadi kini, waktu yang menggambarkan sebuah hubungan yang semakin rumit. Karena sayang itu muncul, kemudian saling pengertian, saling memahami, ada cinta di dalamnya, rasa yang kuat yang semakin besar memperat hubungan mereka menjadi lebih indah. Sebuah ikatan, di bawah pernikahan, sebatas penjajakan, mencari jati diri, saling menjaga, dan hubungan itu yang kini meraka jalani sampai saat ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Satu tahun sudah, segala rasa sayang, pengertian, dan cinta terbentur pula oleh rasa cemburu, benci, dan egois. Dan entah kenapa perkenalan itu terjadi lagi, “kebetulan” hadir lagi di antara keduanya lewat seorang pria, seorang sahabat karib, dan seorang saudara. Ramon namanya. Sahabat kecil Afgan yang tiba-tiba saja memberinya undangan untuk hadir ke acara wisudanya. Ada Israchel di sana, perkenalan itu terjadi. Awalnya, tampak seperti biasa, memang biasa saja dan seterusnya akan tetap biasa. Tapi entah kenapa Afgan mulai risih melihat kekasihnya terlalu dekat dengan sahabatnya, ada rasa cemburu yang tak terbendung ketika melihat keduanya semakin akrab. Sampai suatu hari&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Israchel&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span> Hari itu, tak seperti hari biasanya, Rachel begitu gelisah. Sebentar-sebantar dia melongok ke pintu gerbang. Sebentar-sebentar dia mengecek ponselnya, dan telepon rumahnya. Dia semakin gelisah ketika matahari mulai tinggi. Berkali-kali dia duduk,berdiri, lalu duduk lagi. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya, yang ditunggu datang juga. Dari balik pintu gerbang, tampak seorang pria plontos dengan tas ransel di pundak masuk ke kontrakannya. Pria itu bukan Afgan, kekasihnya, melainkan Ramon, sahabat kekasihnya. Wajah Israchel berubah sumringah, ada rasa senang bercampur lega melihat pria itu telah datang.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Masuk Mon..” tawar Rachel cepat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Gimana ? Capek ya ? Udah dapet tempatnya ? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Sabar donk Hel&#8230; Udah&#8230; Tempatnya bagus kok&#8230; Seperti yang kamu mau, suasana pedesaan kan ? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Iya&#8230;. Syukur deh&#8230; di daerah mana ?”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Cibubur&#8230; Lumayan jauh sih, tapi dijamin aman kok&#8230; tempatnya romantis lagi&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Oya?? Wah penasaran&#8230;. Jadi gak sabar deh nunggu besok&#8230; Aku percaya, kalau Ramon yang pilihin pasti Ok&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Hyaiyalah&#8230; masa iya-iya doonnkkk&#8230; Hahahahaha&#8230;. di jamin puas deeehhhh&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Ya udah, mau minum apa ?? Pasti haus kan?”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Nggak haus lagi&#8230; udah kering nih kerongkongan&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Bentar ya&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Afgan&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span> Hari itu, tak seperti hari biasanya, Afgan begitu gelisah. Ada yang mengganjal yang dia rasakan. Akhir-akhir ini Rachel tampak lain, seperti ada yang disembunyikan, membuatnya penasaran, dan selalu curiga. Apalagi, ketika Ramon, sahabatnya ikut-ikutan membuatnya curiga. Mereka selalu membicarakan hal yang tidak Afgan mengerti, dia semakin merasa terasingkan ketika mereka mulai bertemu, dan hal itu membuatnya lelah. Hari itu, Afgan begitu ingin bertemu dengan kekasihnya, membicarakan tentang kegelisahannya, hanya ingin kejelasan saja, tidak lebih. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span> Matahari semakin tinggi, semakin panas, membuat darah Afgan yang mengalir bertambah panas ketika melihat dua sosok dihadapannya sedang duduk bercanda. Amarahnya sudah tak terbendung lagi. Semua yang dilihatnya benar-benar telah menjelaskan kegelisahannya selama ini. Tanpa bertanya, tanpa berkata, dan tanpa menyapa, tangan itu dengan cepat mendarat di pipi mulus Rachel. Gadis itu begitu terkejut ketika kekasihnya datang lalu menamparnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Jadi seperti ini kalian di belakangku ???!!! “ tanya Afgan dengan suara tinggi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Gan&#8230; tenang&#8230; Aku jelasin&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Udah jelas !!! Nggak ada yang perlu dijelasin lagi..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Nggak gitu Gan&#8230; Ini tuh nggak seperti yang kamu bayangin&#8230;” sela Rachel.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Kamu udah bohongin aku Hel&#8230; Nyadar nggak sih&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Rachel bohong apa sih ?? Nggak usah sok tahu deh&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Oh.. Jadi aku yang sok tahu&#8230; Brengsek kalian semua&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“ <span>Afgan !!! Tunggu &#8230;” sergah Rachel yang melihat Afgan berlalu pergi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Mon&#8230; bisa tinggalin aku sendiri ?? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Israchel&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Israchel kembali terdiam, melihat raut wajahnya di cermin besar itu. Kemudian terduduk, bibirnya bergetar, ada kata yang tak bisa dia ucapkan. Kelu. Kini, airmatanya tumpah sudah, butir-butir itu terjun bebas di pipinya yang mulus.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“Perih&#8230;.” serunya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Lama ia merasakan sakit dipipinya itu. Dia begitu bingung akan sikap kekasihnya itu. Apa salahnya sampai pipi itu terasa sakit. Kenapa Afgan begitu membuatnya sedih tanpa ada kesempatan untuk menjelaskannya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>&#8230;.. tinggalkan pesan setelah bunyi bip berikut ini&#8230;&#8230; bip&#8230;.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Afgan berhasil membuat Rachel bingung&#8230; Apa salah Rachel sampai Afgan harus menampar pipi ini ??? Sakit rasanya&#8230; Afgan udah nyakitin Rachel&#8230; Afgan kenapa? Rachel sedih&#8230;.“</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Afgan&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify"><em>&#8230;.anda mendapat satu pesan di kotak suara&#8230;..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ <em>Afgan berhasil membuat Rachel bingung&#8230; Apa salah Rachel sampai Afgan harus menampar pipi ini ??? Sakit rasanya&#8230; Afgan udah nyakitin Rachel&#8230; Afgan kenapa? Rachel sedih&#8230;.“</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Aaaarrrrrgggghhhhh,&#8230;..dasar bodoooooohhhhhh !!!! Pengkhiaaannnnaaaatttt !!!!”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Di sudut kamar itu, tampak pria berlesung pipit tak karuan. Wajahnya, tubuhnya, bajunya, semua tak karuan. Keringat dingin bercampur air mata dan kemarahan. Berkali-kali dia memaki dirinya dan Israchel. Dia menyebut nama itu, kekasihnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Dasar perempuan jalang !!! Bisa-bisanya dia bermain di belakangku !!! “</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span>Memang salahku mengenalkannya dengan Ramon&#8230;.” katanya lirih.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Untuk kesekian kalinya dia menghisap rokok yang mulai memendek. Matanya masih merah, keringatnya masih mengucur, dan hatinya masih hancur. Rachel kekasihnya lah yang tidak bisa mengertinya, memahaminya dan membuatnya sedih sekaligus marah. Pria itu juga, Ramon sahabatnya yang seharusnya tidak usah dia kenalkan dengan kekasihnya. Tapi sekarang hanya penyesalan yang ada, dan tak tau harus bagaimana.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Rachel&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Mon&#8230; aku bingung&#8230; apa aku harus jujur soal rahasia ini ??? Aku takut kehilangan orang yang benar-benar aku sayang&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Lalu&#8230; usahamu selama ini ??? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Biarlah&#8230; akan kusimpan impian itu&#8230; Tapi, kamu mau nggak mengajakku ke tempat itu&#8230; Aku ingin melihat tempat itu&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Serius ??? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Heeh..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span>Hari itu Rachel membujuk Ramon untuk mau mengantarkannya ke daerah pedesaan di kawasan Cibubur. Tempat itu sebenarnya adalah tempat yang dipesan Rachel untuk merayakan ulang tahun Afgan lusa depan. Selama sebulan Rachel bekerja keras mencari tempat yang cocok, yang disukai Afgan dengan bantuan Ramon. Sudah satu minggu Afgan nenghilang, tak ada kabar yang jelas, dan hal itu semakin membuat Rachel bingung, dia semakin sedih kekasihnya pergi begitu saja.</span><span> Sepanjang perjalanan, Rachel terus murung, pikirannya jauh melayang. Ramon masih sibuk menyetir, jalan yang dilaluinya memang tak mendukung, apalagi hujan mulai turun. Jalanan yang terjal dan berkelok membuat Ramon kewalahan. Sesampainya di tempat itu, Israchel menangis. Begitu sedihnya dia melihat tempat di depannya. Indah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Inikah tempatnya ?? “ tanya Rachel pada Ramon.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Iya&#8230;. Kamu suka ? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Suka&#8230; Tapi sayang, aku nggak bisa memakai tempat ini dengan Afgan&#8230; Tapi nggak apa-apa&#8230; Suatu saat nanti Afgan akan tau ada tempat sebagus ini&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Pulang yuk&#8230; Udah hampir malam&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Sebentar&#8230; Aku ingin foto di sini Mon, kali aja aku nggak bisa lagi ke tempat ini&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Ramon memenuhi keinginan Rachel, senyum itu membuat Ramon terdiam sejenak. Begitu bodoh sahabatnya meninggalkan gadis sepengertian Rachel, seharusnya Afgan tidak begitu saja pergi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Dasar bodoh ! “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Kenapa Mon ??? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Eh&#8230;nggak&#8230; Cheerrsss”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">***</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sisi Afgan&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span> Malam itu, Afgan begitu resah. Berulang kali dia menghubungi ponsel Rachel, namun selalu di luar jangkauan. Afgan bertambah resah ketika ponsel Ramon juga tidak aktif. Kecurigaannya muncul lagi, padahal sebenarnya dia ingin meminta maaf pada Rachel tentang sikapnya waktu itu. Kali ini Afgan begitu terkejut ketika dia melihat berita di televisi bahwa telah terjadi kecelakaan di kawasan Cibubur, dan yang dilihatnya adalah mobil milik sahabatnya, Ramon. Cepat-cepat dia pergi ke kawasan Cibubur untuk memastikan apa yang dilihatnya. Sesampai di sana, memang benar mobil itu adalah mobil sahabatnya, dan Ramon tampak terduduk lemah di tepi jalan. Sahabatnya selamat.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Mon&#8230; kamu nggak apa-apa ? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Gan&#8230; kok kamu ada di sini ?? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Aku lihat kecelakaan ini di TV&#8230; kamu nggak apa-apa kan ? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Ng..nggak&#8230; nggak apa-apa&#8230;. tapi Rachel&#8230;. “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Tapi siapa ???? Rachel ??? Kamu pergi sama Rachel ???? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Iya&#8230; aku.. nem&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Mana Rachel ?? Mana Rachel ???? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Dia di bawa ke Rumah Sakit&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Dia kenapa ????? “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Ramon hanya menggeleng, Afgan berlalu pergi, bogem mentah itu sempat mendarat di pipi Ramon. Hatinya hancur kini, beribu pertanyaan singgah di benaknya. Rumah Sakit adalah pelariannya, dia hanya ingin tahu keadaan kekasihnya. Dia terduduk di depan ruang ICU, air matanya tumpah.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“ <span>Dia titip ini&#8230;”, kata Ramon sambil memeberikan sebuah foto.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Dia minta aku mencarikan tempat itu buat kamu, karena sebentar lagi kamu ulang tahun, dia ingin memberi kejutan&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Jadi selama ini&#8230;.”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Selama ini, aku dan dia berusaha membuat ulang tahunmu besok berkesan. Tapi aku nggak nyangka, sahabatku begitu bodoh pergi tanpa mendengar penjelasan yang sebenarnya. Israchel sangat mencintaimu Gan&#8230;. Maaf, kecelakaan itu&#8230;. “</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Jadi&#8230;. kalian berdua pergi ke tempat ini&#8230;..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Ya&#8230; Rachel ingin sekali melihat tempat itu, walaupun gagal memakainya, dia ingin sekali berfoto di tempat itu&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Kenapa nggak bilang&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">“ Udah pernah denger yang namanya kejutan nggak ??? Mana ada kejutan yang dibocorin. Itu namanya bukan kejutan&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span> Afgan begitu payah kini, ada rasa berdosa yang dia rasakan. Kenapa dia begitu bodoh ? Kenapa dia begitu saja terbakar api cemburu ? Kenapa dia tidak mengerti semua ini ? Yang dia ingin hanya bisa meminta maaf pada kekasihnya. Tapi, begitu cepat waktu itu, Afgan tidak sempat meminta maaf, tidak sempat memanggil kekasihnya, dan tidak sempat menyapanya. Rachel begitu cepat pergi, hanya tubuhnya saja yang dia tinggalkan, bersama dengan foto dan kenangannya yang indah. Afgan begitu murka pada dirinya sendiri, pada waktu dan pada pengertian. Seharusnya dia lebih banyak meluangkan banyak waktu untuk kekasihnya dan seharusnyalah dia lebih banyak memberi sedikit pengertian untuk kekasihnya. Tapi terlambat, Rachel telah pergi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=58&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/05/01/pengertian-tak-sebatas-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gedung UKM Kosong</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/gedung-ukm-kosong/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/gedung-ukm-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[newz]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Gedung baru UKM Universitas Sanata Dharma gagal ditempati pada harinya. Gedung yang seharusnya ditempati seminggu sebelum berita ini diterbitkan, pada tanggal 24/04 kemarin masih tampak lengang. Belum ada satu pun UKM yang mau berpindah menempati gedung baru. Hal ini, buah buntut dari tuntutan para pendemo yang mengatasnamakan seluruh UKM. Mahasiswa Universitas Sanata Dharma menolak pemindahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=53&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Gedung</span><span> baru UKM Universitas Sanata Dharma gagal ditempati pada harinya. Gedung yang seharusnya ditempati seminggu sebelum berita ini diterbitkan, pada tanggal 24/04 kemarin masih tampak lengang. Belum ada satu pun UKM yang mau berpindah menempati gedung baru. Hal ini, buah buntut dari tuntutan para pendemo yang mengatasnamakan seluruh UKM. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Mahasiswa Universitas Sanata Dharma menolak pemindahan tempat UKM, itulah yang </span><span>diserukan para pendemo pada hari Jum’at 18/04 siang hari. Mereka memprotes kebijakan yang dibuat oleh pihak universitas. Selain itu, mereka menolak dan menuntut adanya perubahan. Alasannya, bahwa selama ini pihak universitas bersikap semena-mena dengan tidak melibatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan. Akibatnya, peraturan-peraturan yang dikeluarkan tidak berpihak pada mahasiswa. </span>Salah satu yang memberatkan adalah pemindahan ruang UKM dan peraturan pemanfaatannya. Dalam pemindahan ruang UKM, universitas tidak mempertimbangkan kebutuhan UKM akan ruang yang memadahi dan mendukung dalam berkegiatan. Hal itu juga diungkapkan Nungki salah satu anggota UKM Natas bahwa penolakannya bukan karena sepenuhnya tidak setuju namun lebih kepada adanya kebijakan rektorat yang belum sesuai dengan situasi dan kondisi UKM. <span>“Semoga rektorat lebih mempertimbangkan lagi masalah pembagian ruangan dan disesuaikan dengan kepentingan UKM. Suara-suara yang masuk harap dipertimbangkan lagi ”, tuturnya menambahkan.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Meski begitu t</span><span>idak semua UKM menolak pemindahan ruang UKM ini. Ada beberapa pihak yang juga setuju dengan kebijakan rektorat. “Sebenarnya UKMK sangat setuju pindah itu, malah bersyukur punya tempat baru yang lebih bagus”, ungkap Gee ketua UKM Kerohanian menanggapi tentang pemindahan ruang UKM. Namun, hingga saat ini mereka masih menunggu keputusan selanjutnya yang akan dibicarakan oleh perwakilan UKM dengan pihak universitas. Lalu, bagaimana nasib gedung baru itu selanjutnya? Kita tunggu saja beritanya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">
<p><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/gedung-baru1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-54" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/gedung-baru1.jpg?w=138&#038;h=103" alt="" width="138" height="103" /> </a><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/kosong1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-55" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/kosong1.jpg?w=78&#038;h=104" alt="" width="78" height="104" /> </a><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/melihat1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-56" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/melihat1.jpg?w=83&#038;h=104" alt="" width="83" height="104" /> </a><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/lorong-kosong.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-57" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/lorong-kosong.jpg?w=71&#038;h=105" alt="" width="71" height="105" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=53&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/gedung-ukm-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/gedung-baru1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/kosong1.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/melihat1.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/lorong-kosong.jpg?w=225" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Ujian Nasional Tanpa Bimbel</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/menghadapi-ujian-nasional-tanpa-bimbel/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/menghadapi-ujian-nasional-tanpa-bimbel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[newz]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[UAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[YOGYA – Ujian Nasional yang dilaksanakan mulai tanggal 22-24 April 2008 kemarin tentunya membuat tegang siswa SMA di seluruh Indonesia. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh Laurentia Liliani Herfangsyah (18), siswi kelas XII jurusan Bahasa ini merasa tegang ketika menghadapi Unas kemarin. “ Perasaan saya tegang sekali menunggu pengumumannya, apalagi masih ada Ujian Praktek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=47&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span><strong>YOGYA</strong></span><span> – Ujian Nasional yang dilaksanakan mulai tanggal 22-24 April 2008 kemarin tentunya membuat tegang siswa SMA di seluruh Indonesia. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh Laurentia Liliani Herfangsyah (18), siswi kelas XII jurusan Bahasa ini merasa tegang ketika menghadapi Unas kemarin. “ Perasaan saya tegang sekali menunggu pengumumannya, apalagi masih ada Ujian Praktek </span><span><em>plus </em></span><span>Ujian Sekolah </span><span><em>lagi</em></span><span>“, tutur gadis yang bersekolah di SMA Stella Duce 1, Yogyakarta ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Dit</span><span>emui di tempat kosnya di Jalan Cendana, Gejayan (27/04), menjelaskan bahwa standar kelulusan tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun lalu yaitu rata-rata harus minimal 5,25 dan setiap mata pelajaran bobotnya 4,25. Sedangkan untuk mata pelajaran yang diujikan, pemerintah menambah tiga mata pelajaran lagi sesuai dengan jurusan yang diambil. Untuk jurusan Bahasa sendiri, tiga mata pelajaran yang diujikan antara lain adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropogi, dan Bahasa Jepang. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan olehnya, hanya belajar seperti biasa, dan tidak terlalu </span><span><em>ngoyo</em></span><span>. Hal ini dia lakukan karena menurutnya sudah banyak upaya yang diberikan sekolah untuk membantu meningkatkan kualitas diri siswanya, misalnya dengan memberikan </span><span><em>try out</em></span><span> sampai empat kali. Mengenai jalannya ujian, Lia (begitu dia biasa dipanggil) menilai bahwa tidak ada perubahan yang berarti, peraturan untuk mengikuti jalannya ujian dirasa tidak jauh berbeda dengan peraturan tahun lalu. Sedangkan untuk soal ujian yang diujikan menurutnya ada yang lebih mudah dari prediksinya namun ada pula yang lebih sulit. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Menanggapi tentang kasus keb</span><span>ocoran soal yang banyak terjadi di sekolah di Indonesia, Lia turut berkomentar, “ Waahhh&#8230;kalau di sekolah saya tidak ada </span><span><em>tuh</em></span><span> yang namanya membocorkan soal, apalagi jual beli soal-jawaban, tapi lain lagi kalau yang saya lihat di TV, sepertinya banyak yang bocor di sekolah lain”. Lia juga sangat yakin 100% akan lulus dari Unas tahun ini, karena dia sudah bersaha semaksimal mungkin, dan dari pihak sekolah sendiri sudah memberikan </span><span><em>try out</em></span><span> yang bermutu. Tapi, bagaimanapun juga dia tetap menyerahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify">Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa malas merupakan hambatan terbesar setiap orang, tidak terkecuali Lia, dalam menghadapi Unas kemarin hambatan terbesarnya adalah rasa malas, namun untungnya dia bisa menyiasati kemalasannya itu. Universitas Atma Jaya jurusan Komunikasi sudah menjadi tempat yang nantinya akan dia singgahi untuk kembali belajar. Dengan kemampuan berbahasa yang dimilikinya, gadis bermata sipit ini sudah tidak perlu pusing lagi mencari perguruan tinggi, karena namanya kini sudah terdaftar menjadi calon mahasiswa baru untuk angkatan mendatang.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="id-ID" align="justify">
<p><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/wawancara-dengan-responden.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-48" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/wawancara-dengan-responden.jpg?w=224&#038;h=168" alt="" width="224" height="168" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=47&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/29/menghadapi-ujian-nasional-tanpa-bimbel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/wawancara-dengan-responden.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyambut Hari Buruh Sedunia</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/27/menyambut-hari-buruh-sedunia/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/27/menyambut-hari-buruh-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 09:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[newz]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[YOGYA – Dalam rangka menyambut hari buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei (May Day), Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY) kembali turun ke jalan untuk menyampaikan orasinya. Bertempat di depan Kampus I Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atmajaya Hukum (25/04), AMY menyerukan dan mengajak seluruh karyawan/buruh dan Mahasiswa untuk ikut bersama-sama memperjuangkan hak-hak yang seharusnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=45&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>YOGYA – Dalam rangka menyambut hari buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei (May Day), Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY) kembali turun ke jalan untuk menyampaikan orasinya. Bertempat di depan Kampus I Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atmajaya Hukum (25/04), AMY menyerukan dan mengajak seluruh karyawan/buruh dan Mahasiswa untuk ikut bersama-sama memperjuangkan hak-hak yang seharusnya sudah didapatkan. Hal ini ditujukan demi kesejahteraan para karyawan/buruh menjadi lebih baik dan nuansa perjuangan yang berpihak pada rakyat. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span> Saat ini </span><span>karyawan/buruh dirasa terancam kedudukannya, hal ini diakibatkan lahirnya revolusi industri yang mendorong terjadinya perubahan sistem produksi di masyarakat yang telah menggeser keberadaan tenaga kerja manusia yang tergantikan oleh tenaga mesin. Dari sinilah kemudian, kapitalisme lahir dan terus berkembang, dan hal inilah yang membuat posisi para karyawan/buruh berada dalam situasi yang sangat terjepit dan tidak berdaya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span> Orasi yang berlangsung selama satu jam ini sempat menarik perhatian mahasiswa-mahasiswa yang melintas di Jalan Moses Gatotkaca. Pergerakan Mahasiswa yang tergabung dalam AMY ini antara lain datang dari Tajam USD, SMPR UJB, KMPD UIN, UST, KOMPRES UTY, KOMIK UPN, UII, SOPINK UMY, DJONG ATMAJAYA, AA YKPN, </span><span>dan LPP. Orasi ini merupakan serentetan acara aksi rooling kampus yang diselenggarakan mulai tanggal 23-30 April 2008.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/huh.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-46" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/huh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=45&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/27/menyambut-hari-buruh-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/huh.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sampur di Andalas</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/18/sampur-di-andalas/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/18/sampur-di-andalas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[newz]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[ceremonia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[“ Ya, seperti kata pembawa acara, drama ini memberikan pesan bahwa keanekaragaman budaya di Indonesia harus saling melengkapi, dan kita harus mau menerima budaya-budaya lain yang beranekaragam. Menurut ambo, drama ini cukup bagus “, demikian tanggapan Ketua Program Studi PBSID, Sanata Dharma, Drs. Prapta Dihardja, S.J.,M.Hum dengan menggunakan bahasa Padang ketika memberikan kesannya setelah melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=37&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“ <span>Ya, seperti kata pembawa acara, drama ini memberikan pesan bahwa keanekaragaman budaya di Indonesia harus saling melengkapi, dan kita harus mau menerima budaya-budaya lain yang beranekaragam. Menurut ambo, drama ini cukup bagus “, demikian tanggapan Ketua Program Studi PBSID, Sanata Dharma,</span><span> Drs. Prapta Dihardja, S.J.,M.Hum dengan menggunakan bahasa Padang ketika memberikan kesannya setelah melihat Pementasan Kelompok berjudul ”Sampur di Andalas”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Bertempat di Aula Sanata Dharma, Angkatan 2005 </span><span>kelas A, Prodi PBSID menggelar Pementasan Kelompok sebagai salah satu syarat mengikuti salah satu mata kuliah yang wajib diselenggarakan setiap satu tahun sekali (13/4). Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini berlangsung sangat tertib, penonton tampak sangat menikmati drama yang dipertunjukkan. Dengan mengambil judul “Sampur di Andalas” penonton diharapkan dapat memetik pesan yang ingin disampaikan yaitu mau menerima keanekaragaman budaya dari daerah lain.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Drama ini menceritakan usaha seorang gadis Jawa yang ingin memperkenalkan tarian kha</span><span>s Jawa pada penduduk di Andalas (Sumatera). Namun, niatnya terhalang oleh penduduk yang tidak suka orang asing mengajarkan hal yang macam-macam. Akhirnya, dengan seijin tetua di Andalas, gadis Jawa tadi diperbolehkan untuk mengajarkan tariannya kepada gadis-gadis di Andalas.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span>Acara semakin meriah ketika pembawa acara membagikan </span><span><em>doorprise</em></span><span> kepada para penonton. Bagi para penonton yang dapat menjawab pertanyaan seputar drama tadi, diberikan kenang-kenangan dari panitia. Dalam pembagian </span><span><em>doorprise</em></span><span> penonton juga diberi kesempatan untuk memberikan pesan dan kesannya setelah melihat pertunjukkan tadi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33523.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-44" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33523.jpg?w=168&#038;h=133" alt="" width="168" height="133" /> </a><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33532.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-42" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33532.jpg?w=169&#038;h=134" alt="" width="169" height="134" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=37&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/18/sampur-di-andalas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33523.jpg?w=497" medium="image" />

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/reco33532.jpg?w=497" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>bukit bintang</title>
		<link>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/13/bukit-bintang/</link>
		<comments>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/13/bukit-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 08:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herlindamipur</dc:creator>
				<category><![CDATA[nikmatnya dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herlindamipur.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[BUKIT BINTANG Liburan panjang kemarin, aku dan teman-temanku pergi ke sebuah tempat yang bagi kami bakalan nggak afdol kalau belum ke tempat itu. Namanya waduk Sempor, sama seperti Gajah Mungkur, tempat ini memang berupa waduk, nggak terlalu besar sih, tapi bagiku dan penduduk kota Gombong, waduk ini cukup indah, apalagi kalau pagi hari, kita bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=25&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="center"><span style="font-family:Candara,sans-serif;"><strong>BUKIT BINTANG</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="center">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Candara,sans-serif;">Liburan panjang kemarin, aku dan teman-temanku pergi ke sebuah tempat yang bagi kami bakalan nggak</span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"><em> afdol</em></span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"> kalau belum ke tempat itu. Namanya waduk Sempor, sama seperti Gajah Mungkur, tempat ini memang berupa waduk, nggak terlalu besar sih, tapi bagiku dan penduduk kota Gombong, waduk ini cukup indah, apalagi kalau pagi hari, kita bisa lihat </span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"><em>sunrise</em></span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"> muncul di balik pepohonan pinus, ditambah dinginnya udara pagi yang seger banget, nggak kalah romantis deh.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Candara,sans-serif;"> Terakhir aku berkunjung ke sana, nggak ada perubahan berarti, hanya warna pagar besi dan tiang-tiang lampu diberi warna cat biru, terkesan semakin cerah saja. Untuk kesekian kalinya aku menghela nafas, bukan untuk mengeluh, tetapi justru aku terharu bisa kembali melihat waduk itu lagi. Mungkin bagi yang pertama kali melihat, waduk ini nggak ada keistimewaannya sama sekali, tapi bagiku dan bagi temanku atau bagi sebagian penduduk kota Gombong, tempat ini menyimpan berbagai kenangan. Ada rasa rindu, rasa haru, dan rasa tenang yang aku rasakan, walaupun hanya sebentar, tapi hangatnya matahari pagi itu, suara canda tawa orang, dan suara air itu masih sangat jelas aku ingat.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Candara,sans-serif;">Setelah sekian lama, baru Natal tahun lalu aku bisa kembali melihat waduk itu lagi. Aku dan temanku mempunyai panggilan sayang untuk waduk ini, kami sering menyebutnya “bukit bintang”, karena di tempat ini kita bisa melihat bintang-bintang yang bertaburan (cie…kayanya romantis). Di tempat ini pula, aku dan temanku bermain, entah itu bermain basket, memancing, pasang petasan (hehehe…dulu nakal banget ), sampai bermain di sungai yang banyak batu besarnya. Yang paling </span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"><em>ngangenin</em></span><span style="font-family:Candara,sans-serif;"> adalah, makanan khas tempat ini, mendoan di tambah ketan di tambah sambel kecapnya, haduuuhhhh jadi ngileeerrr deehhh… Pokoknya kalau ke waduk belom makan mendoannya, sama aja nggak ke waduk, hehehehe&#8230;Promosi..</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Candara,sans-serif;">Kalau kalian pengen menikmati dunia ( kaya Fauzi Baadila ) coba deh cari tempat yang kalian suka, yang bisa bikin kangen, yang menyimpan berjuta-juta kenangan indah tentunya. Menikmati dunia nggak harus pergi ke luar negeri atau ngabisin duit hanya untuk bersenang-senang, tapi coba deh liat di sekitar kalian, tempat yang menyenangkan bisa juga memberi pengalaman yang nggak terlupakan. Betuulll??? Selamat menikmati dunia…Kangen Sempor deee… </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/sempor.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-26" src="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/sempor.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herlindamipur.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herlindamipur.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herlindamipur.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herlindamipur.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herlindamipur.wordpress.com&amp;blog=3352315&amp;post=25&amp;subd=herlindamipur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herlindamipur.wordpress.com/2008/04/13/bukit-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0db823e96b5754c5dd73a8723092e07?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herlindamipur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herlindamipur.files.wordpress.com/2008/04/sempor.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
